Elhijab dan Jakarta Amanah Membangun Mushola di Daerah Terpencil

Dipublikasikan oleh adminweb pada

elhijab-jakarta-amanah-musola-ntt31 Agustus – 1 September 2016, Elhijab bersama Jakarta Amanah memberikan bantuan kepada sekolah warga muslim wilayah terpencil dan minoritas di MIS (Madrasah Ibtidaiyah Swasta) Darussalam Timuabang, Desa Maru, Kecamatan Pulau Pura, Kabupaten Alor, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Dusun Timuabang adalah satu-satunya wilayah muslim di Pulau Pura. Dengan jumlah penduduk 102 KK atau 450 jiwa, dusun ini setara kurang dari 10% jumlah penduduk di Pulau Pura yang mayoritas adalah non muslim. Kondisi tandus dan gersang membuat makanan pokok sulit didapat, masyarakat harus menombak ikan untuk kebutuhan konsumsi harian. Wilayah ini juga belum tersambung listrik serta kesulitan memperoleh air pasokan bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

Elhijab Peduli Indonesia Timur merupakan bentuk program corporate social responsibility Elhijab kepada muslim minoritas di daerah terpencil. Launching program dilaksanakan Ahad, 31 Agustus 2016 di MIS Darussalam Timuabang. Dalam kesempatan itu, dilakukan peresmian bantuan mushola untuk sekolah MIS Timuabang, serta bakti sosial berupa pembagian hijab serta paket Al Qur’an untuk siswa-siswi dan masyarakat. Kegiatan ini disambut antusias oleh seluruh masyarakat Dusun Timuabang.

Pembangunan mushola mulai dilakukan pada September 2016. Proses pembangunan direncanakan selama 3 bulan. Kesulitan dalam menyediakan air menjadi tantangan tersendiri dalam proses pembangunan.

Di hari kedua, Elhijab memberikan bantuan secara simbolis untuk guru madrasah. Kondisi yang serba kekurangan menyebabkan guru-guru tidak memperloleh hak sebagaimana mestinya. Biaya bulanan sebesar Rp5000,- yang dibebankan kepada anak-anak tidak mampu dibayarkan secara penuh dan rutin oleh orang tua siswa. Untuk menunjang kebutuhan operasional, madrasah hanya mengandalkan biaya BOS (Bantuan Operasional Sekolah). Dari 8 guru yang mengajar, hanya 4 yang memenuhi kriteria BOS. Oleh karena itu, biaya 4 orang ini lah yang kemudian dibagi untuk 8 orang. Berangkat dari hal tersebut, Elhijab memberikan apresiasi guru-guru madrasah melalui sub program “Bagimu Guru Ngaji”. Program ini selain memberikan kebutuhan bulanan untuk guru, juga diberikan kesempatan untuk masing-masing guru meningkatkan kapasitas mengajar melalui kegiatan KKG (Kelompok Kerja Guru). Harapannya, setiap guru yang memperoleh bantuan, tidak hanya dapat tercukupi kebutuhannya tetapi juga meningkat kapasitas dalam mengjar.

Sebagai kegiatan penutup, Program Duta Dauky Mengajar juga turut memberikan banyak inspirasi kepada anak-anak.


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *